Sidak Pansus Galian C : Kades Genukwatu, Tutup Galian C Ilegal di...

Sidak Pansus Galian C : Kades Genukwatu, Tutup Galian C Ilegal di Desa Kami

78 Pembaca
0
H. Masud Zuremi Pimpin sidak galian C di Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro
H. Masud Zuremi Pimpin sidak galian C di Desa Genukwatu Kecamatan Ngoro

News PKB Jombang – Setelah melakukan rapat kerja(19/1), Pansus Galian C DPRD Jombang turun ke lapangan. Para anggota Pansus melakukan inspeksi mendadak ke wilayah-wilayah di mana terdapat usaha penambangan. Sasaran utama, Pansus Galian C menuju ke Desa Genuk Watu Kec. Ngoro (26/1).

Gerak cepat Pansus Galian C menyusul hasil rapat lalu (19/1) bahwa di Jombang terdapat 53 galian C yang ilegal atau tidak berizin. Bahkan ke 53 galain tersebut telah ditinggal oleh penambang tanpa ada reklamasi. Dari data News PKB Jombang, di Kec. Ngoro terdapat 6 lubang bekas galian dengan kondisi 4 rusak sedang dan 2 tergolong rusak berat.

Mas’ud Zuremi, Ketua Pansus Galian C menyatakan bahwa sasaran awal kerja Pansus di Kec. Ngoro. Selain terdapat 6 bekas galian C yang tidak direklamasi, pada data yang diajukan oleh Pengusaha Galian C bahwa luas lahan yang akan ditambang Kec. Ngoro menduduki peringkat ke-2.

Tentu hal ini sangat mengkhawatirkan. “Kec. Ngoro memang menjadi salah satu target Pansus karena adanya kuari-kuari yang telah ditinggal oleh penambang tanpa reklamasi. Kondisi ini tentu mengancam keberlanjutan lingkungan sekitar dan nyawa manusia”, tegas Ketua Fraksi PKB kepada News PKB Jombang.

Dalam sidak yang dilakukan oleh Pansus Galian C ditemui oleh Kepala Desa Genuk Watu, Sudirman. Ketua Pansus, Mas’ud Zuremi memberikan penjelasan kepada kepala desa tentang lahan tambang yang ada adalah tidak berizin.

Mas’ud juga menanyakan bagaimana proses yang dilakukan oleh Pemerintah Desa jika akan ada penambangan serta pengawasan yang dilakukan. “Saya selaku kepala desa tidak bisa berbuat banyak terhadap para penambang. Tentu dengan kehadiran Pansus sekarang saya minta Galian C yang tak berizin dan beroperasi di Desa Genuk Watu agar distop”, permintaan Sudirman kepada Pansus Galian C.

Kunjungan yang dilakukan oleh Pansus dan respon kepala desa terhadap persoalan galian C tidak berizin ditanggapi positif oleh Kartiyono, anggota Pansus Galian C. “Nah, kebetulan Sudirman merespon persoalan ini dengan meminta kepada Pansus untuk menutup galian C yang tidak berizin. Semoga kepala desa yang lain memiliki sikap yang sama dan segera melakukan koordinasi dengan Pansus,” ungkap Kartiyono Ketua DPAC Kabuh.

Mengenai target yang ingin dicapai dalam sidak kali ini, Kartiyono menambahkan bahwa ini merupakan Sidak kali pertama yang dilakukan oleh Pansus. Tentu saja dari sidak ini akan menjadi bahan evaluasi Pansus.

Pansus akan mengkaji beberapa hal, dari sisi kebijakan, proses perizinan, kegiatan penambangan di desa-desa, sampai kegiatan paska penambangan. Dari kajian ini nantinya Pansus memberikan rekomendasi kebijakan apa yang terbaik untuk diputuskan dalam hal penambangan di Jombang.

Komentar

Powered by Facebook Comments