Sering Jadi Sebab Kecelakaan, Ketua FPKB Desak Pemasangan Pintu Perlintasan Kereta Api

Sering Jadi Sebab Kecelakaan, Ketua FPKB Desak Pemasangan Pintu Perlintasan Kereta Api

108 Pembaca
0
Ilustrasi Perlintasan Tanpa Palang Pintu(foto:solopos.com)
Ilustrasi Perlintasan Tanpa Palang Pintu(foto:solopos.com)

News PKB Jombang – Memasuki masa pembahasan RAPBD 2017, Fraksi PKB DPRD Kabupaten Jombang berancang-ancang menyusun skala prioritas yang akan dibawa ke dalam agenda pembahasan Badan Anggaran (Baleg).

Ketua Fraksi PKB, H. Mas’ud Zuremi memberi bocoran, salah satu poin yang sedang dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam prioritas Fraksi PKB adalah pemasangan palang pintu di sejumlah perlintasan sebidang jalur kereta api.

Mas'ud Zuremi, Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang
Mas’ud Zuremi, Ketua Fraksi PKB DPRD Jombang

“Fraksi PKB mendapat banyak masukan terkait seringnya terjadi kecelakaan di perlintasan yang tidak berpalang pintu. Ini insyaallah akan kita bawa ke pembahasan di Baleg,” ujar Mas’ud, Senin (3/10/2016).

Menurut catatan Bendahara DPW PKB Jawa Timur ini, dalam bulan September tahun ini saja terdapat dua kecelakaan kereta api di wilayah Jombang. “Santri Tambakberas meninggal di perlintasan di Kecamatan Perak. Satunya lagi, seorang kakek di Curahmalang Sumobito,” ungkap Ketua Komisi C ini.

Lebih jauh Masud mengatakan, banyak pihak yang menyangka soal palang pintu perlintasan KA adalah tanggung jawab PT. KAI. Padahal, lanjutnya, hal itu adalah tanggung jawab Pemerintah Daerah. “Pasal 92, 93 dan 94 Undang-Undang 23 tahum 2007 jelas menyebut itu tanggung jawab Pemda,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, selama bulan September tahun ini, di Jombang terjadi dua kecelakaan maut di lintasan kereta api tak berpalang pintu. Kecelakaan pertama terjadi di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, pada Senin (19/9/2016). Seorang santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Ramadana Firdaus (19), asal Desa Gadingmangu kecamatan setempat, tewas di lokasi kejadian setelah disambar kereta api Dhoho.

Sementara kecelakaan kedua terjadi di perlintasan tak berpalang pintu di Desa Curahmalang Kecamatan Sumobito, Kamis (29/9/2016). Seorang kakek, Syamsuri (75) warga setempat, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api Pasundan. (ans/slh).

Komentar

Powered by Facebook Comments