Ratusan Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir, PT MHI Harus Bertanggung Jawab.

Ratusan Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir, PT MHI Harus Bertanggung Jawab.

109 Pembaca
0
Areal Persawahan Dusun Sapon Desa Jombatan Berubah Menjadi Lautan Air
Areal Persawahan Dusun Sapon Desa Jombatan Berubah Menjadi Lautan Air

News PKB Jombang – Hujan deras yang mengguyur wilayah Jombang pada Kamis (21/1) lalu mengakibatkan sekitar 200 hektare di dua kecamatan terendam banjir. Petani dipastikan mengalami kerugian miliaran rupiah karena terancam gagal panen. Dua kecamatan yang diterjang banjir kiriman yaitu kecamatan Peterongan dan Kesamben.
Banjir di kecamatan Peterongan terjadi di Empat dusun di desa Ngrandu Lor dan Bongkot. Sementara di Kecamatan Kesamben terjadi di Desa Kedungbetik dan Kedungmlati, Desa Jombatan, Desa Carangrejo, Desa Watu Dakon dan Desa Blimbing.

Di Desa Ngrandu Lor, Kecamatan Peterongan, sedikitnya ada 125 hektare sawah terendam banjir. Sementara, 75 hektare lainya tersebar di tiga desa. ”Ini memang banjir terparah yang pernah terjadi. Untungnya, tidak sampai menggenangi perumahan warga,” kata Muhammad Rofiudin, Kepala Desa Ngrandu Lor, Kecamatan Peterongan ditemui Jumat (22/1).
Selain karena hujan deras, sungai desa setempat juga mengalami pendangkalan. Pendangkalan ini disebabkan oleh limbah dari salah satu proyek plengsengan yang selama ini dibiarkan. Hingga sekarang pelaksana proyek tidak membersihkan limbah tersebut. ”Sungainya tidak mampu menampung air, akhirnya meluber hingga ke sawah-sawah ini,” tambahnya.
Ada tujuh dusun di Desa Ngrandu yang terdampak banjir. Meliputi, Dusun Balongganggang, Macekan, Kepuhsari, Ngumpak, Sucen, Gempoldampet, serta Ngrandon. ”Terparah terjadi di Dusun/Desa Ngrandu Lor, karena sawahnya banyak yang terendam. Ketinggian air mencapai 1,3 meter,” tandas Rofiudin.
Menurut Kades Rofiuddin, warga yang sawahnya terdampak banjir ini ditaksir mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.
Untuk langkah penanganan, kemarin warga menggelar gotong royong dengan menjebol jalan agar air bisa mengalir ke saluran lain. Warga dibantu anggota TNI dan polisi memasang puluhan karung berisi pasir. Ini dilakukan agar sungai tidak lagi meluap jika hujan deras kembali mengguyur. ”Langkah cepat yang bisa kami lakukan sementara ini dengan menjebol jalan supaya sawah yang tergenang segera mengering, airnya mengalir melalui saluran di sisi timur sawah,” ujar Kapten Infanteri Budi Santoso, Danramil Peterongan ditemui di lokasi.

Genangan air mirip lautan terlihat di persawahan warga di Dusun Kedunggayam, Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben. Di Desa Kedungbetik, Kecamatan Kesamben yang bersebelahan dengan Desa Nrandu Lor dan Desa Kedungmlati, puluhan hektare sawah petani juga terendam air. Bahkan, di kanan-kiri proyek tol Trans Jawa Joker (Jombang-Mojokerto) di Desa Kedungmlati, ketinggian airnya menutupi puluhan hektare sawah yang ditanami padi.

Kondisi banjir juga menyebabkan terendamnya persawahan petani di dusun Sapon desa Jombatan dan Dusun Prembukan Desa Watudakon, dusun Kandangan Desa Carangrejo,  dan Desa Blimbing, Kec. Kesamben. Akibat banjir tersebut puluhan hektar sawah petani terendam banjir dan dipastikan petani mengalami kerugian miliaran rupiah.

Banjir yang terjadi di Kecamatan Kesamben menurut Miftahul Huda Anggota DPRD Jombang lebih disebabkan oleh Pembangunan Jalan Tol Kertosono – Mojokerto, yang merupakan bagian dari proyek Tol Trans Jawa yang melintasi Kecamatan Kesamben, Papar Miftahul Huda yang juga Ketua DPAC PKB Kecamatan Kesamben.

Miftahul Huda Sekretaris FPKB DPRD jombang
Miftahul Huda Sekretaris FPKB DPRD jombang

Huda menjelaskan bahwa penbangunan jalan Tol tersebut telah mengakibatkan tersumbatnya irigasi di sekitar kawasan yang dilewati pembangunan jalan Tol. Keseluruhan dusun yang hari ini mengalami banjir, lebih diakibatkan oleh dampak pembangunan jalan Tol yang tidak memperhatikan dampak lingkungannya.
Sejak tahun 2012 lalu saya sudah berteriak akan dampak lingkungan di kecamatan Kesamben namun tidak pernah diperhatikan oleh PT. Marga Harjaya Infrastruktur (MHI). Oleh sebab itu, menurut Miftahul Huda, PT. MHI harus bertanggung jawab terhadap kondisi banjir yang saat ini dialami oleh warga Kesamben yang terkena dampak banjir akibat pembangun Tol Kertosono – Mojokerto.
Sebagaimana diketahui PT. MHI merupakan anak perusahaan PT. Astratel Ltd, dimana Perusahaan ini merupakan anak perusahaan PT. Astra International Indonesia.

Komentar

Powered by Facebook Comments