Raker BMTNU Targetkan Rp. 3,5 Miliar Di Akhir 2017

Raker BMTNU Targetkan Rp. 3,5 Miliar Di Akhir 2017

101 Pembaca
0
Suasana salah satu sesi pada Rapat Kerja (Raker) BMTNU Jombang di Pacet Mojokerto 9 - 10 April 2016
Suasana salah satu sesi pada Rapat Kerja (Raker) BMTNU Jombang di Pacet Mojokerto 9 - 10 April 2016

News PKB Jombang – Baitul Mal Wa Tamwil (BMT) NU Jombang bertekad terus menggenjot kinerjanya. Lembaga keuangan di lingkungan NU Jombang yang sudah merilis dua cabagnya itu, yaitu cabang Bareng dan Kesamben, mematok peningkatan sampai Rp. 3,5 miliar pada akhir tahun 2017. Ini disepakati dalam Rapat Kerja (Raker) BMT NU Jombang pada 9 – 10 April di Pacet Mojokerto.

“Kita target peningkatan 1,5 miliar untuk sampai akhir tahun depan. Tahun 2016 ini posisi kita sudah di angka hampir 2 miliar. Dilihat dari progres setahun terakhir, target itu realistis, tidak berlebihan,” terang Sekretaris BMT NU Jombang M. Muchlis.

Menurut mantan staf Fraksi PKB DPRD Jombang ini, sejak didirikan tiga tahun lalu, pertumbuhan BMT NU Jombang cukup mengesankan. “Dari modal awal iuran pokok anggota sebesar 5,2 juta rupiah sekarang sudah berkembang menjadi total hampir 2 miliar,” terang pria berkacamata yang juga ketua Lembaga Perekonomian NU (LPNU) Jombag ini.

Selain itu, lembaga keuangan yang saat ini diketuai H. Khoirul Anam itu juga menargetkan pendirian 3 cabang lagi. Saat ini persiapan-persiapan pendirian sudah dilakukan di 5 kecamatan. Masing-masing Sumobito, Jogoroto, Mojowarno, Megaluh dan Ploso.

“Kita sudah memiliki dua cabang, insyaallah tahun ini kita akan menambah tiga cabang lagi. Kerja sama kita dengan teman-teman Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jombang cukup baik. Mereka sangat mendukung pergerakan yang kita lakukan. Berdirinya cabang-cabang baru BMTNU tidak lepas dari kerja keras mereka,” jelasnya.

(Baca : Ini Wujud Jihad Pembangunan PKB Jombang)

Langkah strategis apa yang akan ditempuh untuk mengejar target tersebut? Muchlis menjelaskan pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Lembaga Takmir Masjid Nahdhatul Ulama (LTMNU) dan LP Ma’arif NU setempat. “Ini terutama para guru yang berada dalam naungan LP Ma’arif Jombang kan jumlahnya cukup besar. Sangat prospektif melakukan pendekatan kepada mereka sebagai calon nasabah,” terangnya.(ans/slh)

Komentar

Powered by Facebook Comments