Masuki Musim Panen, Petani Kembali Keluhkan Anjloknya Harga Padi

Masuki Musim Panen, Petani Kembali Keluhkan Anjloknya Harga Padi

93 Pembaca
0
Seorang petani memanen padi yang roboh diterjang angin. (Antara/siswowidodo)

News PKB Jombang – Seperti mengulang lagu lama, musim panen padi tahun ini petani padi di Jombang kembali mengeluhkan anjloknya harga gabah di tingkat petani. Harga gabah kini hanya berkisar Rp 2.500 – 3.000 per-kilogramnya. Masih jauh dari ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terendah yang dipatok sebesar Rp 3.700.

Salah satu petani di Desa Dapur Kejambon, Fatikin mengaku terpaksa tidak menjual gabah ke Bulog. “Ini jualnya ke tengkulak dulu,” kata Fatikin, Sabtu (19/03/16).

Selain harga yang masih jauh dari HPP, petani padi Jombang juga didera hasil panen padi yang tidak bisa maksimal. Ini disebabkan akibat cuaca buruk dan merebaknya hama potong leher di beberapa wilayah.

Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir membuat batang padi roboh dan bulir padi rontok sehingga hasilnya menurun drastis dari semestinya. “Saat ini turun semua. Kalau hasilnya ya seperti ini padinya banyak yang roboh,” ujarnya.

Dia menjelaskan, lahan seluas satu hektar umumnya bisa menghasilkan sekitar 8-9 ton gabah kering sawah. Tetapi pada musim ini petani hanya mampu memanen sekitar 5-6 ton.(ans/slh)

Komentar

Powered by Facebook Comments