Komisi C Perintahkan Penutupan Tambang Pasir Liar Di Megaluh

Komisi C Perintahkan Penutupan Tambang Pasir Liar Di Megaluh

109 Pembaca
0
Ketua Komisi C, Mas'ud Zuremi (tengah), saat melakukan sidak Tambang Pasir Liar sungai Brantas di Dusun Kedungtimongo Desa/Kecamatan Megaluh
Ketua Komisi C, Mas'ud Zuremi (tengah), saat melakukan sidak Tambang Pasir Liar sungai Brantas di Dusun Kedungtimongo Desa/Kecamatan Megaluh

News PKB Jombang – Fraksi PKB DPRD Kabupaten Jombang terus menjaga komitmennya soal pemeliharaan dan perlindungan lingkungan hidup. Terakhir, kadernya yang duduk sebagai Ketua Komisi C H. Mas’ud Zuremi, bersama jajarannya di Komisi C memerintahkan penutupan tambang pasir liar di sekitar tanggul sungai Brantas di Dusun Kedungtimongo Desa/Kecamatan Megaluh.

Menurut Mas’ud penambangan pasir liar yang kerusakannya sudah mencapai puluhan hektar itu dipastikan akan berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan. Juga berpotensi menimbulkan bencana di belakang hari. Meskipun ini tambang manual, dampak kerusakannya tidak kalah membahayakan dari penambangan dengan alat berat. Untuk itu pihaknya memerintahkan pihak terkait untuk menutup aktivitas membahayakan dan ilegal itu.

“Awalnya Komisi C mendapat laporan dari warga soal adanya penambangan pasir liar di sekitar tanggul sungai Brantas di Megaluh. Kita buktikan dengan pemantauan mendadak, dan ternyata benar. Ada aktivitas penggalian pasir liar,” kata Mas’ud, Selasa (18/10/2016).

Mas’ud mengaku, dirinya dan sejumlah anggota Komisi C tercengang saat sampai di lokasi yang informasinya merupakan milik pengairan Jawa Timur. Kondisinya cukup parah dan hancur. “Saat awal kami tiba para pekerja masih beraktifitas menambang. Setelah tahu kedatangan kita, mereka lari berhamburan. Peralatan kerja mereka tinggal begitu saja ,” ujar Mas’ud yang juga menjabat Ketua Fraksi PKB ini.

Informasi yang didapat Komisi C dari perbincangan dengan sejumlah warga yang ada di lokasi, para pekerja itu bekerja untuk juragan-juragan tambang yang tidak lain adalah mantan pegawai pengairan Pemprov Jatim. Bahkan, menurut Mas’ud, didapat informasi ada seorang juragan tambang yang mengaku sebagai orang dekat keluarga Bupati Jombang.

“Ditilik dari situasinya, posisinya, dan lokasinya, Komisi C menyakini tidak mungkin aparat keamanan tidak mengetahui adanya penambangan liar itu. Apalagi Camat Megaluh menyampaikan, sering ada koordinasi dengan unsur Muspika setempat,” terang Mas’ud. (ans/slh)

Komentar

Powered by Facebook Comments