Komisi A Minta Dispendukcapil Buka Layanan Akta Kelahiran di Rumah Sakit

Komisi A Minta Dispendukcapil Buka Layanan Akta Kelahiran di Rumah Sakit

92 Pembaca
0
Kunjungan Komisi A DPRD Jombang ke Pemerintah Kota Balikpapan
Kunjungan Komisi A DPRD Jombang ke Pemerintah Kota Balikpapan

News PKB Jombang – Pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) di Jombang harus ditingkatkan melalui inovasi-inovasi baru. Ini diperlukan sebagai usaha memberikan layanan prima kepada masyarakat. Demikian dikatakan Kartiyono, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jombang, Jumat (28/10/2016).

“Selama ini yang menjadi perhatian warga, juga media massa, adalah inovasi-imovasi layanan KTP elektronik. Seperti jemput bola layanan KTP elektronik di sejumlah desa. Adminduk lain yang belum ada inovasi malah tidak mendapat perhatian. Misalnya, penerbitan akta kelahiran,” kata Kartiyono.

Menurut anggota Fraksi PKB ini, beragamnya Adminduk yang dilayani hanya melalui satu pintu di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) berkontribusi pada terjadinya penumpukan pemohon. “Maka terjadi antrean panjang yang selama ini dikeluhkan,” katanya.

Kartiyono mengatakan, inovasi jemput bola yang telah dilakukan oleh Dispendukcapil dalam melayani pengurusan KTP elektronik sudah semestinya diperluas pada Adminduk lain. Misal, Kartu Keluarga (KK) dan akta kelahiran.

“Khususnya akta kelahiran, saya meminta kepada Dispendukcapil untuk jemput bola. Buka layanan permohonan akta kelahiran di rumah sakit. Itu akan memudahkan para orang tua untuk mengurus Adminduk mereka, terutama bagi bayi yang baru lahir,” ujar Ketua PAC PKB Kecamatan Kabuh ini.

Namun demikian, ujar Kartiyono, pihaknya memahami keterbatasan sumber daya yang dimiliki oleh Dispendukcapil. Untuk itu perlu dilakukan penyesuaian antara sumber daya dengan kebutuhan melakukan inovasi layanan itu. “Kita tahu ada kendala sumber daya. Tapi tetap patut dicoba inovasi layanan itu. Kalau tidak bisa di banyak rumah sakit, ya di coba saja buka layanan di rumah sakit milik pemerintah, RSUD,” terang Kartiyono.

Layanan akta kelahiran di rumah sakit menurut Kartiyono bukan merupakan hal yang mustahil untuk dilakukan. Hasil studi banding yang ia ikuti di Pemerintah Kota Balikpapan, Dispendukcapil setempat sudah melakukan layanan itu. “Daerah lain bisa, masak kita tidak bisa,” pungkasnya. (ans/slh).

Komentar

Powered by Facebook Comments