Jarak Antara Ji(h)ad dan Jida(t)

Jarak Antara Ji(h)ad dan Jida(t)

47 Pembaca
0

News PKB Jombang – Dari aksi teroris di Paris Perancis yang menewaskan 129 warga dan melukai 300 lainnya, dipahami semua orang sebagai tindakan yang tidak berotak. Tangan para teroris itu mengepal, diangkat keatas mendekati kepala sambil menyeru jihad dengan meneriakkan takbir. Begitu mudah mereka menghilangkan nyawa sesama, seolah Tuhan hanya bersama mereka, yang lain tidak.

Sabtu, 21 Nopember 2015, Ratusan Muslim di Roma dan Milan menggeral aksi solidaritas untuk korban terroris di Paris, Perancis. Dalam orasinya, mereka menegaskan “kami bukan musuh”, “Al-Qur’an menentang kekerasan”, “Islam itu damai”, dan “Jangan atas namakan kami”.

6 Rangkaian peristiwa pemboman dan penembakan yang menewaskan lebih kurang 129 orang dan melukai 300 warga Paris Perancis lainnya, menggegerkan dunia internasional. Dunia mengutuk tindakan sadis dan tidak berperikemanusiaan itu. Pemimpin dan Tokoh dunia, bahkan aktris papan atas Hollywood, Angelina Jolie menyatakan ” jangan kaitkan terorisme dengan agama “. Dunia mulai menyadari bahwa tindakan teroris tidaklah didorong oleh paham dan ajaran agama.

Dalam beberapa kesempatan, Angelina Jolie bertemu dan mendapat keluhan langsung dari para korban ISIS, khususnya perempuan muda yang selama itu dijadikan budak seks oleh Militan ISIS. Sungguh tragis. Dari pengakuan sejumlah anak di bawah umur yang diculik dan dijadikan budak seks, ISIS menganggap perkosaaan sebagai bagian dari ibadah. Sungguh pemikiran yang tidak bisa ditemukan kebaikannya sedikitpun.

Seorang bocah perempuan berumur 12 tahun yang melarikan diri dari ISIS menceritakan kepada New York Times dirinya sempat mendapat penjelasan dari seorang militan ISIS. Militan itu berkata dirinya tidak berdosa karena yang diperkosanya bukan seorang Muslim. “Dia bilang kepada saya bahwa dia boleh memperkosa non-Muslim. Dia bilang dengan memperkosa saya, dia lebih dekat dengan Tuhan,” kata bocah itu.

Tidak ada kata yang bisa mewakili untuk menggambarkan ‘kebodohan’ Jihadis yang tergabung dalam ISIS. Otak mereka begitu tumpul untuk bisa mempelajari kebaikan-kebaikan dalam ajaran agama. Hati mereka sangat keras seperti besi yang tidak bisa dibengkokkan. Tapi, lidah mereka begitu ‘licin’ mengucapkan ayat-ayat qital (peperangan) dan ayat-ayat godhob (kemarahan, kebencian). Inilah gambaran sikap radikal yang dimulai dari pemikiran yang cenderung fundamentalis.

Hadratus Syaikh Almarhum AlMaghfurlah KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitabnya ” Risalah Ahlus Sunnah Wal Jamaah ” menyatakan bahwa Imam al-Tabrani telah meriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa : ” sesungguhnya aku tidak mengkhawatirkan umatku yang mukmin atau musyrik, adapun yang mukmin akan dilindungi oleh imannya, sementara yang musyrik akan dikendalikan oleh kekafirannya. tetapi yang aku khawatirkan adalah orang-orang munafik yang fasih lidahnya, dia akan berbicara sesuai apa yang kalian ketahui, tetapi melakukan perbuatan yang kalian ingkari “.
Bahkan, Sayyidina Ali Karroma Allah Wajhahu, 1.400 tahun silam, telah mengingatkan akan datangnya gerombolan bengis yang akan mengibarkan panji-panji hitam yang menyerupai panji-panji hitam Imam Mahdi. Peringatan beliau ini terekam dalam literature Hadist Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yakni kitab ” Kanzul Ummah ” yang dihimpun oleh ulama besar yang bernama Al Muttaqi Al Hindi pada riwayat hadist nomer 31.530.

Sayyidina Ali Karroma Allah Wajhahu mengucapkan, ” Jika kalian melihat bendera-bendera Hitam, tetaplah kalian di tempat kalian berada, jangan beranjak dan jangan menggerakkan tangan dan kaki kalian.

Kemudian akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya), tiada yang peduli pada mereka, hati mereka seperti besi (hati keras membatu jauh dari cahaya Hidayah). Mereka akan mengaku sebagai Ashabul Daulah (pemilik negara), mereka tidak pernah menepati janji, mereka berdakwah pada Al Haq (kebenaran) tapi mereka bukan Ahlul Haq (pemegang kebenaran).

Namanya dari sebuah julukan (mis: abu), marganya dari nama daerah (mis: al-Baghdad) rambut mereka tak pernah dicukur, panjang seperti rambut perempuan, jangan bertindak apapun sampai nanti terjadi perselisihan diantara mereka sendiri, kemudian Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa yang dikehendaki-Nya.”

Peringatan Rosululloh SAW dan para Sahabatnya patut menjadi pegangan dan renungan kita, terutama saat banyak bermunculan aliran paham dan gerakan radikal, penuh kebrutalan yang mengaku pendukung khilafah Imam Mahdi serta bertindak memaksa atas nama agama.

Dengan demikian, kita patut bertanya dari kebrutalan dan kebengisan yang dilakukan oleh para Jihadis yang tergabung dalam ISIS dengan mengatasnamakan Jihad, Jihad, dan Jihad; ” berapa jarak antara Jidad dan Jidat mereka? “.

Komentar

Powered by Facebook Comments