Hati-Hati ! Virus Mata Biru Mengganas

Hati-Hati ! Virus Mata Biru Mengganas

465 Pembaca
0
Sejumlah bebek di dalam kandang (foto: infopeternakan.com)
Sejumlah bebek di dalam kandang (foto: infopeternakan.com)

News PKB Jombang – Para peternak unggas terutama itik di Jombang harus ekstra waspada. Belakangan ini, virus mata biru yang biasa menjangkiti itik itu dikabarkan menyerang beberapa peternakan di wilayah Kecamatan Mojoagung.

Masduki (38) warga Dukuhdimoro Kecamatan Mojoagung mengaku 600 ekor itiknya ludes diserang virus mematikan itu. Tidak semua mati sebenarnya, sejumlah itiknya yang masih hidup terpaksa dibagi-bagikan kepada tetangga dan sebagian lagi dijual. “Dari pada mati sia-sia mending disembelih, dibagikan ke tetangga dan dijual murah ke tengkulak,” kata pria yang memiliki kandang berkapasitas seribu itik ini (24/3/2016).

Meski demikian ia mengaku beruntung, pengalaman bertahun-tahun berternak itik memberinya pelajaran bagaimana bertindak cepat saat itik-itiknya terserang ‘si mata biru‘. “Gejala awal kita sudah tahu, jadi langsung kita gerak cepat sebelum semua benar-benar mati,” terangnya.

Menurutnya, sampai saat ini dirinya belum menemukan pencegahan atau pengobatan untuk penyakit yang mematikan itu. Beberapa kali uji coba sudah dilakukan untuk menangkal keganasan ‘si mata biru‘ tapi tetap saja tidak membuahkan hasil.

Ancaman penyakit unggas tersebut memaksa beberapa peternak menahan diri untuk memelihara itik. Mereka lebih memilih menunggu situasi aman dari serangan penyakit.

“Masa panen di musim penghujan begini biasanya saya punya sedikitnya 500 sampai 1000 ekor. Tapi kali ini tidak berani. Nanti saja setelah situasinya aman,” kata Agus Salim (45) peternak itik setempat.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Imam Rofi’i (40) peternak itik petelor di Desa Tanggalrejo. Ia lebih memilih usaha jual beli telor ketimbang memelihara itik sendiri. “Biasanya saya punya itik sendiri. Karena sudah memasuki masa apkir, maka saya jual untuk diperbarui dengan itik yang masih pra-produktif. Tapi karena situasinya seperti ini, saya tidak berani,” pungkas Imam.(ans/slh)

Komentar

Powered by Facebook Comments