Dana Inpassing Guru Madrasah Mulai Ada Titik Terang

Dana Inpassing Guru Madrasah Mulai Ada Titik Terang

2.255 Pembaca
0
Seminar Nasional Pendidikan, Menghadapi MEA
Seminar Nasional Pendidikan, Menghadapi MEA

News PKB Jombang – Setelah menunggu cukup lama kabar tentang program dana inpassing bagi guru yang sudah bersertifikasi dilingkungan Kementrian Agama Kab. Jombang mulai ada titik terang. Menurut Fr. Kidup Supriyadi, Kasubdit Pendidikan dan Kependidikan Kemenag RI bahwa awal tahun ini Inspektorat Jendral Kemenag RI sedang melakukan verifikasi program Inpassing bagi guru yang sudah bersertifikasi.

Pernyataan Fr. Kidup Supriyadi disampaikan dalam Seminar Nasional “Kompetensi Guru Madrasah Dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” di Universitas Darul Ulum, yang dilaksanakan oleh Badan Kerjasama Madrasah Swasta Kab. Jonbang (20/1). Menurut Kidup Supriuadi, Irjen Kemenag RI sudah mulai turun ke daerah-daerah untuk melakukan verifikasi persyaratan Pencairan Inpassing di lingkungan Kemenag.

Sebagaimana berita Nesw PKB Jombang sebelumnya, bahwa guru-guru swasta dibawah Kemenag kecewa. Pasalnya program inpassing, uang tambahan bagi guru sebesar Rp 1,5 juta perbulan tidak diberikan sampai akhir tahun 2015. Informasi ini disampaikan oleh Miftahul Huda, anggota Fraksi PKB, saat melakukan konsultasi ke Kemenag bersama Komisi D DPRD Kab. Jombang, (17/11/2015). “Kementrian Keuangan menyatakan kalau APBN tidak sanggup memikul beban pembayaran untuk program inpassing,” jelas Ketua PAC PKB Kesamben melalui sambungan seluler.

Menurut Peraturan Menteri Agama No. 43 Tahun 2014 tentang Tunjangan Profesi Guru Non PNS dikatakan bahwa Pembayaran Tunjangan Profesi Bagi Guru Bukan PNS yang telah memiliki jabatan fungsional guru diberikan setara dengan gaji pokok PNS pada pangkat, golongan, dan kualifikasi akademik yang sama sesuai dengan penetapan Inpassing mulai dibayarkan pada Januari 2015.

Di karenakan Program inpassing adalah program pemberian tunjangan atas kinerja bagi guru non PNS. Dana inpassing itu sebagai gaji penyetaraan guru non-PNS dengan PNS yang bersertifikasi yang memiliki beberapa kategori dilihat dari penilaian kinerja dan masa mengajar di sekolah, jelas Asyharun Nur, salah satu guru.

Ditambahkan oleh Fr. Kidup Supriyadi, ia menghimbau kepada para guru untuk mempersiapkan berkas berkas yang dibutuhkan. “Guru-guru harus menyiapkan berkas terlebih dahulu sehingga kalau sewaktu-waktu diminta bisa lebih cepat prosesnya. Disamping itu Kemenag akan melakukan monitoring di daerah-daerah terkait pembayaran inpassing ini”, ujar Pak Kidup dalam paparannya di acara yang di selenggarakan BKMS Kab. Jombang itu.

Anggota Komisi D dari Fraksi PKB, Fatimahtuzzahroh menyampaikan pendapatnya melalui sambungan seluler, “Syukur Alhamdulillah bahwa dana inpassing yang diharapkan oleh para guru di lingkungan Kemenag segera cair. Namun demikian, Komisi D akan memantau proses ini agar berjalan lancar. Fraksi PKB bersedia apabila bapak dan ibu guru Madrasah menyampaikan sesuatu jika ada hal yang tidak sesuai.”

Menurut Anis Mukhayyaroh, S.Pd.I. salah satu guru di Kecamatan Plandaan, hari ini mendapat perintah dari Kemenag Jombang untuk segera menyerahkan berkas untuk verifikasi program inpassing. Dengan demikian kemungkinan besar dana inpassing yang diributkan di akhir tahun lalu bisa dinikmati oleh para guru. “ Alhamdulilah dana inpassing ada kabarnya setelah menunggu cukup lama”, ujar Kepala RA Al Hikmah Plandaan itu.

Komentar

Powered by Facebook Comments