BLH Akui Limbah di Sungai Afur Berasal dari Ratusan Pengusaha Alumunium

BLH Akui Limbah di Sungai Afur Berasal dari Ratusan Pengusaha Alumunium

144 Pembaca
0
Tim Penyidik Polda dan BLH Jatim saat turun ke lokasi di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito Jombang
Tim Penyidik Polda dan BLH Jatim saat turun ke lokasi di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito Jombang

News PKB Jombang – Tumpukan limbah yang ada di pinggiran sungai Afur di Dusun Buduksidorejo, Desa Watudakon, Kecamatan Sumobito diyakini berasal dari ratusan industri rumahan di Kecamatan Kesamben dan Sumobito. Dipastikan juga, limbah tersebut termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Kesimpulan tersebut didasarkan pada hasil uji laboratorium yang sudah dilakukan BLH Kabupaten Jombang. Sedikitnya ada 136 pengusaha home industry alumunium di Kecamatan Sumobito dan Kesamben. Ratusan pengusaha yang tersebar di Kecamatan Sumobito berada di Desa Kendalsari, Bakalan, Jogoloyo, Sumobito, Segodorejo, Mlaras, Curahmalang, Sebani, Ngadipuro, Gedangan, Talunkidul, Kedungpapar, Badas dan Palrejo.

Sedangkan pengusaha yang ada di Kecamatan Kesamben tersebar di Desa Carangrejo, Jombok, Kedungbetik, Watudakon, dan Kesamben.

“Di Kecamatan Sumobito ada 110 pengusaha alumunium di 14 desa. Kalau yang di Kecamatan Kesamben ada 26 pengusaha alumunium di 5 desa,” Kata Sukar, Kepala BLH Jombang, Jumat (20/05/2016).

Sukar mengaku sudah melakukan pendataan terhadap pengusaha alumunium yang diduga kuat juga penyebar limbah beracun tersebut. Disamping itu, sosialisasi persyaratan pendirian home industry alumunium hingga larangan operasional juga sudah dikeluarkan pada tahun 2014.

“Kami sudah berikan surat himbauan dan larangan operasi karena tidak ada ijin dari provinsi. Makanya, sekarang kami serahkan kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan sudah pernah menyampaikan keterangan kepada Polda maupun BLH Jatim. “Kami sudah melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kandungan limbah di sungai Afur. Hasilnya menyatakan limbah itu beracun,”

Sebelumnya, pada Kamis (20/05/2016) tim dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda dan BLH Jatim mengambil sampel di sungai Afur untuk dilakukan uji laboratorium untuk kebutuhan penyelidikan polisi. (az/slh)

Komentar

Powered by Facebook Comments